Gerakan Rakyat Menentang IMF-WB Audensi Dengan Wakil Pimpinan DPR RI

  • Post author:
  • Post published:26 Februari, 2019
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

Kamis, 27/09/2018 bertempat di gedung DPR RI.  KABAR BUMI – JBMI Bersama Gerakan Rakyat Menentang IMF -WB melakukan Audensi dengan DPR RI terkait dengan pelarangan mengadakan kegiatan masyarakat di Bali selama dilaksanakannya annual meeting IMF – WB.

Foto: Saat audensi dengan wakil pimpinan DPR RI

Buruh migran ikut terlibat didalamnya, karena beberapa alasan. Buruh migran adalah korban kemiskinan, korban perampasan tanah, korban penggusuran sehingga memaksa kami bekerja keluar negeri namun tanpa perlindungan pasti. Bekerja keluar negeri bukan karena keinginan ataupun impian, namun dengan keterpaksaan karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Indonesia.

Ketika menjadi buruh migran diluar negeri pun tidak mendapatkan perlindungan pasti. Hak-hak buruh migran dirampas, dipaksa harus masuk PPTKIS/ Agen, identitas pribadi dipalsukan dan dirampas, dijerat dengan potongan agen yang sangat tinggi, sehingga membuat buruh migran terjebak pada perbudakan hutang.

Ditambah lagi dengan banyaknya kasus pelanggaran hak-hak Buruh Migran/ TKI, seperti penganiayaan, pelecehan seksual, pemerkosaan, sampai perdagangan orang. Saat ini ada 223 buruh migran teracam hukuman mati. Tahun 2018 sebanyak 76 peti jenasah yang dikirim dari Malaysia dan merupakan korban perdagangan orang.

Pada tanggal 12-14 Oktober 2018, IMF-Bank Dunia akan melaksanakan pertemuan tahunan mereka di Bali, Indonesia untuk membahas isu-isu pembangunan global dan menyusun skema kebijakan untuk memajukan korporatisasi dunia dengan kedok “pembangunan”. Imbas buruk bukan hanya dihadapi oleh kaum tani namun kaum buruh dan buruh migran yang semakin mengalami penderitaan.

IMF-WB sengaja memanfaatkan remitansi (uang kiriman) buruh migran untuk mensubsidi negara-negara miskin agar memiliki pemasukan tambahan dalam rangka meneruskan proyek-proyek dan perdagangan neoliberal imperialis. IMF-WB juga berencana untuk memusatkan semua transaksi keuangan buruh migran melalui sistem perbankan pemberangkatan, selama diluar negeri, sampai pulang ke tanah air.

Melalui Remitansi buruh migran dan neoliberal globalisasi, ratusan juta orang terpaksa bermigrasi ke negara-negara maju untuk mencari penghidupan sebagai buruh migran. Jumlah meningkat dari 155 juta orang (1990), 173 juta orang (2000) & 258 juta (2017). Masih ada 60 juta orang lainnya yg berstatus tergusur dari negerinya akibat perang, konflik politik & kerusakan lingkungan. Mayoritas buruh migran bekerja di sektor pelayanan antara lain manufaktur, konstruksi, agrikultur dan rumah tangga. Migrasi tenaga kerja dari Indonesia meningkat sejak tahun 1980 dan saat ini diperkirakan mencapai 10 juta orang (6,5 juta berdokumen).

Atas dasar diatas, KABAR BUMI akan mengerakkan anggota dan jaringannya untuk bergabung dengan serangkaian agenda People Global Conference Against IMF-WB yang diadakan di Bali, pada tanggal 8 Oktober – 14 Oktober 2018.

Jakarta, 28 September 2018
Ketua KABAR BUMI: Iwenk Karsiwen

 

Tinggalkan Balasan