KABAR BUMI MENDUKUNG SEPENUHNYA PERJUANGAN KAUM TANI (HTN 2017), KARENA MAYORITAS BURUH MIGRAN MERUPAKAN KORBAN DARI MONOPOLI PENGUASA LAHAN

  • Post author:
  • Post published:29 September, 2017
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

Peringatan Hari Tani Nasional 2017

Salam Demokarasi Nasional,

Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI) sebuah organisasi yang beranggotakan buruh migran, purna buruh migran, keluarga serta simpatisan yang mendukung perjuangan buruh migran mendukung sepenuhnya perjuangan kaum tani Indonesia untuk melawan reforma agraria palsu Jokowi.

Buruh Migran Indonesia mayoritas berasal dari petani miskin, buruh tani yang tidak bertanah dan nelayan. Buruh migran merupakan korban dari monopoli penguasa lahan, ini terlihat dari kantong buruh migran di pulau jawa mayoritas berasal dari sekitar perhutani seperti Cirebon, Indramayu, Cilacap, Malang, Ponorogo dan Blitar. Sementara yang berasal dari Lampung berasal dari keluarga transmigran. Sedangkan di Kajang Sulawesi para korban perampasan tanah adat yang ditanami karet pergi bekerja ke Malaysia. Selain korban perampasan tanah juga berasal dari keluarga nelayan yang sudah tidak bisa berlayar karena laut yang biasanya untuk mencari ikan tercemar karena adanya proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan juga juga tanahnya dimonopoli dengan alasan untuk pariwisata, seperti yang terjadi di NTB.

Saat ini sekitar 10 juta buruh migran Indonesia terpaksa bekerja ke luar negeri, dimana mayoritas adalah perempuan dan menjadi pekerja rumah tangga. Tingginya permasalahan yang dihadapi buruh migran bahkan banyak diantara kami yang menjadi korban perdagangan manusia. Semua itu karena belum seriusnya negara memberikan perlindungan kepada kami buruh migran dan keluarganya. Hal ini tak sebanding dengan devisa yang kami sumbangkan kepada negara, dalam satu tahun menyumbang remitansi sebesar 100 Triliun, jumlah ini merupakan pemasukan terbesar kedua dari migas. Melihat keuntungan yang sebegitu besar pemerintah Jokowi membuat paket kebijakan nomor empat yang secara kusus mengatur KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk TKI. Dimana skema KUR ini diamanatkan kepada lima bank (BRI, BNI, Mandiri, BII Maybank dan Sinar Mas). Dengan skema KUR ini setiap buruh migran dipaksa membuka rekening pada Bank pemberi KUR. Skema KUR juga diintregrasikan dengan cash transfer dimana semua gaji diwajibkan ditabung di bank tersebut sehingga secara otomatis setiap bulan akan diakumulasi. Selain untung dari nilai kurs, biaya aministrasi setiap transaksi, uang buruh migran juga akan diakumulasi dan digunakan untuk bisnis lainnya oleh kelima bank tersebut.

Saat ini sedang dibahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (RUU PPMI) namun dari draf yang sedang dibahas peran swasta dalam mengelola bisnis pengiriman buruh migran masih cukup besar. Sehingga tuntutan perlindungan sejati bagi buruh migran dan keluarganya masih sangat jauh dari harapan. Kenapa itu pembangunan organisasi buruh migran dan keluarganya disetiap kantong buruh migran menjadi penting untuk perbaikan kondisi ekonomi politik buruh migran dan keluarganya.

Selama pemerintah masih berorientasi pada kepentingan monopoli pemodal besar asing (imperialism) maka tidak akan pernah kami dapatkan perlindungan sejati. Oleh karena itu perjuangan reforma agraria sejati menjadi perjuangan bersama bagi buruh migran dan keluarganya, karena tidak ada satupun dari kami buruh migran Indonesia yang mempunyai cita-cita untuk menjadi buruh migran. Impian kami adalah hidup sejatera dinegeri sendiri tanpa terpisah dari keluarga bukan menjadi buruh murah tanpa perlindungan sejati. Dan cita – cita kami hanya bisa terwujud dengan reforma agraria sejati dan pembangunan industri nasional. Jika dua hal tersebut tercapai maka niscaya tidak akan lagi buruh migran yang bekerja keluar negeri.

Selamat Hari Tani Nasional 2017 kepada seluruh petani di Indonesia.

Salut dan hormat kami kepada seluruh petani yang dengan gigih berjuang melawan perampasan tanah serta reforma agrarian palsu Jokowi dan memperjuangkan reforma agrarian sejati.
Hidup Petani!
Land Reform, Tanah Untuk Rakyat!

Iweng Karsiwen
Ketua KABAR BUMI

Jakarta, 25 September 2017

Tinggalkan Balasan