Kemenakertrans Memfasilitasi Mediasi antara KABAR BUMI – JBMI (Mewakili Korban) dan PT Penahan Dokumen

  • Post author:
  • Post published:25 Februari, 2019
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

Kemenakertrans Memfasilitasi Mediasi antara KABAR BUMI – JBMI (Mewakili Korban) dan PT Penahan Dokumen.”

KABAR BUMI – JBMI bersama Kemnaker Audensi Dengan PT. yg Menahan Dokumen
KABAR BUMI – JBMI bersama Kemnaker Audensi Dengan PT. yg Menahan Dokumen
KABAR BUMI – JBMI bersama Kemnaker Audensi Dengan PT. yg Menahan Dokumen

Pada tanggal 05 Juni 2018 bertempat di Kemnakertrans, untuk menindaklanjuti pengaduan buruh migran dalam kasus penahanan dokumen oleh PJTKI/PT dan pemungutan biaya melebihi (Overcharging) ketentuan terhadap Buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong, Kemenakertrans memfasilitasi mediasi antara Keluarga Besar Buruh migran Indonesia (KABAR BUMI) – Jarigan Buruh Migran Indonesia (JBMI) juga  (mewakili buruh migran juga korban) dan direktur utama dari PT. Sriti Rukma Lestari dan PT. GSA.

Hasil mediasi, PJTKI bersedia mengembalikan dokumen yang ditahan, akan tetapi PJTKI tidak mau mengakui adanya overcharging. KABAR BUMI – JBMI  menyatakan ada uang 3-4 juta yang harus dikembalikan PJTKI kepada BMI. Karena hutang biaya penempatan sebesar Rp. 18 juta (termasuk uang saku). Tapi BMI Hong Kong diharuskan membayar Rp. 22 juta atau HK$14,474 dg cicilan $2079/bulan.

Menurut PT dan Kepmenakertrans, BNP2TKI telah menetapkan kurs HK$1 adalah Rp. 1500. Padahal kurs sekarang Rp. 1760. Kami benar-benar shock. Kok bisa?! Waktu ditanya aturan tertulis, malah disuruh minta BNP2TKI sendiri. Ini Kong kali Kong antar siapa ya? Mereka yang sengaja mengorbankan BMI demi keuntungan?

Kemenakertrans, 05 Juni 2018

Tinggalkan Balasan