PERESMIAN Jaringan Buruh Migran Indonesia di Macau (JBMI – MACAU)

  • Post author:
  • Post published:8 Januari, 2018
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments
Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar BUMI) – Jaringan Buruh Migran Indonesia di Indonesia (JBMI -Indonesia) mengucapkan selamat atas terbentuknya JBMI – MACAU, pada tanggal 01 Januari 2018.
Semoga menjadi wadah perlindungan dan kesejahteraan dalam membantu menuntut hak-hak dan sekaligus menanganin kasus-kasus  buruh migran yang berada di berada di Macau khususnya.
PRES RILIS
PERAYAAN HARI MIGRAN INTERNASIONAL DAN PERESMIAN JBMI MACAU
 
Senin, 01 Januari 2018, bertempat di Nam Van, Macau, beberapa organisasi BMI di Macau menggelar perayaan Hari Migran Internasional sekaligus meresmikan Jaringan Buruh Migran Indonesia ( JBMI) Macau. Dengan tema Buruh Migran perkuat persatuan dan kesatuan untuk menegakkan keadilan dan hak- hak BMI Macau serta memperkuat tali persaudaraan.
 
Dalam acara tersebut juga menghadirkan Erwiana Sulistiyaningsih, korban kekerasan yang berhasil memenangkan kasusnya di Hong Kong.
Roihatul Wardah yang terpilih sebagai koordinator JBMI Macau menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mengangkat persoalan buruh migran di Macau dan sekaligus mempromosikan kreatifitas BMI melalui pentas seni.
 
“Semoga ke depan suara dan tuntutan buruh migran di Macau lebih didengarkan oleh pemerintah Indonesia dan Macau melalui jaringan yang kita bangun ini” jelas Roi.
 
Persatuan buruh migran sangat diperlukan untuk melindungi hak-hak dan memperjuangkan keadilan buruh migran di tengah kondisi kerja yang berat dan aturan-aturan yang terus memangkas hak BMI dari pemerintah Macau maupun Indonesia. Persoalan buruh migran di Macau saat ini yang perlu segera di tindak lanjuti oleh pemerintah adalah praktek perekrutan ilegal dari Indoensia. Banyak korban perekrutan ini yang terlantar dan terpaksa menjadi Overstay di Macau. Tidak adanya mekanisme pengaduan bagi korban yang diciptakan oleh pemerintah Indonesia dan Macau menyebabkan korban terus bertambah dan tidak mendapatkan keadilan. Pelaku akan terus melakukan praktek-praktek ini karena tahu betul Hukum di Indoensia yang masih lemah dalam menindak tegas pelaku dan tidak membuat mereka jera. Apalagi kemiskinan di Indonesia semakin memburuk dan sulitnya lapangan kerja kayak di Indonesia, tambah Roi.
 
Dalam acara tersebut Erwiana juga hadir dan memberikan pidato tentang pengalamannya dalam menuntut keadilan. Dalam pidatonya Erwiana menyampaikan bahwa BMI harus bersatu untuk memperkuat dirinya dengan cara berorganisasi karena menuntut keadilan tidak bisa dilakukan sendiri.
 
Perayaan ini juga dirayakan dengan pentas seni dari berbagai organisasi dan komunitas BMI di Macau. JBMI Macau saat ini beranggotakan 6 organisasi BMI yaitu IMWU Macau, MATIM, Irsyad, PACINUM, Halimah dan TEQ, tutup Roi.

Tinggalkan Balasan