Pernyataan Sikap JBMI Dalam Rangka Merayakan Hari Tani Nasional 2016

  • Post author:
  • Post published:15 Oktober, 2016
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

JBMI – jaringan yang beranggotakan organisasi buruh migran, mantan buruh migran dan anggota keluarganya yang berada di Indonesia, Hong Kong, Macau, Taiwan – mengucapkan selamat Hari Tani Nasional yang ke-54.
Sebagai keluarga petani yang terpinggirkan, kami – buruh migran – menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada kaum tani atas kerja kerasnya menghidupi rakyat dan juga generasi mendatang. Kami salut atas keberanian dan perjuangan kaum tani yang tak kenal lelah mempertahankan tanah dari perampasan. Pejuang yang tak gentar melawan kekerasan hingga pembunuhan.

14468568_10154367132430090_3663359112824522700_o
Sebagai negara agraria seharusnya kehidupan petani sejahtera. Tetapi justru hasil pertanian tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari apalagi biaya pendidikan dan kesehatan yang sudah diswastakan. Sementara harga bibit dan pupuk terus naik, sedangkan petani tidak berhak menentukan harga hasil panen dan terus mengalami kerugian.

Untuk bertahan hidup, keluarga tani miskin terpaksa kerja serabutan atau bekerja ke kota dan ke pulau lain sebagai buruh, pedagang kecil atau keluar negeri sebagai buruh migran. Sebagai buruh kontrakan diupah murah, tidak ada jaminan kesejahteraan dan kerja jangka panjang serta sewaktu-waktu terancam PHK.

Kini perampasan tanah semakin digalakkan atas nama pembangunan infrastruktur, mengubah tanah kami menjadi jalan, bandara, pabrik dan apartemen mewah dan membuat kaum tani semakin tersingkirkan dari tanah kelahiran kami, merusak ekosistem dan sumber alam yang menyebabkan terus terjadinya banjir, longsor dan bencana alam lainnya. Menjadi buruh migran bukanlah cita-cita yang kami idamkan. Terpisah dari tanah kelahiran dan keluarga adalah kenyataan pahit yang harus kami pendam. Pendidikan rendah bukan karena kami tidak mau sekolah tapi biaya yang semakin tak terjangkau.

14432984_10154367132480090_2916299854307919840_n
Perlindungan yang dijanjikan pemerintah hanya aturan yang merampas hak kami dan menjebak kami dalam berbagai macam bentuk praktek perbudakan. Kami harus masuk PJTKI dengan biaya yang sangat tinggi dan dilarang memilih untuk kontrak mandiri.

Sistem pelayanan diluar negeri yang harusnya membantu kami untuk menuntut hak kami yang telah dirampas oleh PJTKI dan agen nyaris tidak ada, justru kami diikat dengan aturan yang melarang kami pindah agen atau PJTKI.
Kami yakin persoalan buruh migran bisa diselesaikan, begitupun persoalan kaum tani di Indonesia bisa diselesaikan jika pemerintah benar-benar mau mendengarkan apa tuntutan buruh migran dan kaum tani dan melibatkan kami dalam setiap membuat aturan yang mengatur tentang kami.

Selama hak kaum tani atas tanah tidak dijamin Pemerintah maka selama itu pula kaum tani dan anggota keluarganya akan terpaksa bermigrasi keluar negeri serta rentan eksploitasi dan penipuan sindikat perdagangan orang serta sindikat narkoba.

Pada peringatan hari tani nasional ini, kami buruh migran Indonesia yang tergabung dalam JBMI mendesak pemerintah untuk mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan pengusaha atau investor. Pemerintah harus menjamin masa depan kami dan generasi kami didalam negeri dan menggentikan krisis migrasi dengan cara :

1. Menghentikan penggusuran, intimidasi, teror, kekerasan, kriminalisasi terhadap kaum tani dan seluruh rakyat indonesia yang memperjuangkan dan mempertahankan tanah nenek moyangnya.
2. Turunkan sewa tanah dan Naikkan upah buruh tani
3. Turunkan harga sarana produksi pertanian dan Tolak import produk pertanian asing
4. Naikkan harga produk pertanian
5. Ciptakan lapangan kerja yang menjamin hidup berkelanjutan di Indonesia.

Kepada buruh migran, mari kita suarakan perjuangan petani dengan membuat tulisan, video atau poster singkat tentang :
– Cerita hidup sebagai keluarga petani dan alasan bekerja diluar negeri
– Harapan masa depan kita yang lebih baik bagi kami dan petani
Jangan lupa posting tulisan atau cerita Anda dalam poster atau video dan pasang di media sosial dan jangan lupa untuk memberikan hastag :
#Tanah4Rakyat
#AkhiriKemiskinan_MigrasiPaksa
#CeritaAnakPetani
#HTN2016
#Fight4Land
#Fight4Life
#LawanPerampasanTanah
Salam solidaritas
Hong Kong 24 September 2016

Tinggalkan Balasan