Pernyataan Sikap Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia Atas Penyiksaan Suyanti

  • Post author:
  • Post published:28 Desember, 2016
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

Pernyataan Sikap

Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia Atas Penyiksaan Suyanti

Berikan Keadilan Untuk Suyanti

Mengecam keras tindakan penyiksaan terhadap Buruh Migran Indonesia di luar negeri

Hentikan Kekerasan Terhadap Buruh Migran Indonesia dan Lawan Perdagangan Manusia, Akhiri Perbudakan Modern

Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi) mengecam keras tindakan penyiksaan terhadap Suyanti binti Sutrisno, Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Malaysia, usia 19 tahun asal Kisaran Medan, Sumatera Utara yang ditemukan pingsan di pinggir jalan setelah disiksa oleh majikannya.

Seperti yang dikutip dari wartaberita tki, bahwa Suyanti mengaku baru 2 pekan bekerja dirumah majikannya, ia juga mengaku sering ditampar, dipukuli, dan dimaki dengan sebutan binatang. “Saya tidak diizinkan mandi dan hanya boleh makan satu kali dalam satu hari. Saya berharap suatu hari majikan saya mengubah perilakunya. Namun, saya kehilangan kesabaran. Saya memanjat tangga dekat pagar rumah dan melompat keluar. Saya berlari sekencang-kencangnya hingga jatuh karena kelelahan,” tutur Suyanti. Satuan pengamanan (Satpam) menemukan Suyanti tak sadarkan diri dalam selokan di Mutiara Damansara pada Rabu 21 Desember 2016. (http://www.wartaberitatki.com/2016/12/disebut-binatang-dianiaya-dan-makan-sehari-sekali-tki-petaling-jaya-ditemukan-tak-sadarkan-diri-diselokan.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1)

Penyiksaan terhadap Suyanti menambah bukti panjang bahwa perlindungan terhadap Buruh Migran Indonesia di luar negeri belum dijalankan. MOU yang ditandatangani oleh Indonesia dan Malaysia tidak pernah diimplementasikan. Rendahnya diplomasi terhadap negara penempatan dan lemahnya sanksi pidana yang diberikan kepada pelaku dinegara penempatan, begitu juga Malaysia tidak memberi efek jera terhadap pelaku. Akibatnya, kasus penyiksaan di Malaysia dan berbagai negara penempatan selalu saja terjadi.

Dalam tahun ini bukan hanya Suyanti yang menerima penyiksaan di Malaysia, masih banyak buruh migran Indonesia yang mendapat kekerasan, intimidasi, diskriminasi dan tidak diberikan perlindungan bahkan dalam tahun ini korban meninggal dunia asal NTT yang dipulangkan dari Malaysia sebanyak 53 jenazah.

Kami mendesak pemerintah Indonesia segera menuntut pemerintah Malaysia untuk menghukum berat pelaku penyiksaan terhadap Suyanti dan buruh migran Indonesia lainnya yang mendapat korban kekerasan dan pembunuhan di Malaysia. Pemerintah Indonesia harus menindak tegas pemerintah Malaysia yang melakukan diskriminasi, tidak melindungi dan tidak memberikan jaminan keamanan sosial terhadap buruh migran di Malaysia.

Kami menuntut pemerintah harus segera memberikan perlindungan sejati (langsung) bukan perlindungan yang diserahkan kepada pihak swasta (PPTKIS/Agensi) yang disahkan kedalam UU No.39/2004. Selama pelayanan dan perlindungan masih diserahkan kepada pihak swasta, maka buruh migran akan terus mengalami overcharging. Selama Pemerintah tidak mengimplementasikan Konvensi PBB 1990 & konvensi ILO 188 dan 189 tentang kerja layak PRT kedalam Undang-Undang perlindungan sejati terhadap buruh migran dan keluarganya dan menjamin implementasinya, maka persoalan buruh migran akan terus bertambah . Pemerintah harus segera melakukan MoA dengan negara penempatan untuk memberikan jaminan perlindungan, keselamatan dan keamanan juga menjamin atas Hak-hak sebagai pekerja migran.

Atas kejadian penyiksaan Suyanti, kami dari KABAR BUMI menuntut:
1. Pemerintah Indonesia segera mendesak pemerintah Malaysia untuk menegakan keadilan dan menghukum berat pelaku penganiayaan Suyanti dan BMI korban lainnya.
2. berikan ganti rugi bagi korban.
3. Lakukan MOA perlindungan BMI dengan Negara Malaysia dan negara penempatan lain.
4. Hentikan perdagangan manusia, akhiri perbudakan modern!
5. Cabut UUPPTKILN No 39/2004 ciptakan undang-undng perlindungan sejati bagi buruh migran dan keluarganya.

#Justice4Suyanti

Jakarta, 28 Desember 2016

Iweng Karsiwen
Ketua KABAR BUMI

(0812-8104-5671)

 

Tinggalkan Balasan