Presiden Jokowi Akan Ke Hong Kong, Ini Harapan Jaringan Buruh Migran Indonesia

  • Post author:
  • Post published:10 Juni, 2017
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments

Siaran Pers
21 April 2017

PRESIDEN JOKOWI DATANG KE HONG KONG, INI HARAPAN JARINGAN BURUH MIGRAN INDONESIA

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI)
berharap kedatangan Presiden Joko Widodo ke Hong Kong akhir April 2017 ini akan membawa perubahan kongkret pada perlindungan Buruh Migran Indonesia diluar negeri dan anggota keluarganya.

JBMI adalah jaringan yang menyatukan organisasi-organisasi massa buruh migran dan anggota keluarganya di Hong Kong, Macau, Taiwan, Timur Tengah dan Indonesia untuk bersama-sama memperjuangkan pengakuan, keadilan dan perlindungan sejati.

JBMI menagih janji Presiden Jokowi “negara hadir” dengan mengakui buruh migran sebagai pekerja dan mengakui serta melibatkan organisasi buruh migran di dalam hukum Indonesia.

JBMI sangat menyayangkan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang Penempatan Migran Indonesia (RUU PPMI) hanya fokus pada memperhalus kata dan tetap memposisikan Buruh migran sebagai barang dagangan. RUU gagal mengakui buruh migran dan menjamin hak dasar sebagai pekerja. Buruh migran juga tidak dilibatkan dalam pembahasan.

Selama 2 tahun memimpin, perlindungan yang diberlakukan pemerintah terhadap buruh migran masih mengedepankan monopoli swasta, dalam hal ini PPTKIS/PJTKI, konsorsium asuransi dan lembaga-lembaga swasta lainnya. Ikatan ini yang menyebabkan buruh migran terus menerus dibebani biaya yang sangat mahal dan rentan eksploitasi.

Sementara itu, upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem pendataan dan perlindungan BMI melalui SISKOTKLN ternyata justru memperkuat pemerasan dan mengikat buruh migran pada swasta termasuk kepada Perbankan. Tanpa mempertimbangkan bahwa buruh migran banyak yg menjadi korban pemalsuan dokumen oleh PJTKI/PPTKIS.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan bertemu dengan masyarakat Indonesia pada 30 April 2017. JBMI berharap dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi akan membuka ruang diskusi dan mendengarkan tuntutan buruh migran.

JBMI juga  mengadakan Parade Migran Menuntut Pengakuan pada 30 April 2017 untuk menyampaikan tuntutan buruh migran di berbagai negara penempatan.

Kontak:

Sringatin, Koordinator Umum (+852-69920878)

Iweng Karsiwen, Juru Bicara JBMI-Indonesia (‪+62-81281045671‬)

Tinggalkan Balasan