KABAR BUMI-JBMI Mendukung Perjuangan Petani Sukamulya Menolak Rencana Pembangunan Bandara Kertajati

  • Post author:
  • Post published:22 November, 2016
  • Post category:Tak Berkategori
  • Post comments:0 Comments
Rilis KABAR BUMI  (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia)
Menentang Kekerasan dan Penangkapan Petani Desa Sukamulya, Kertajati
 Dan Mendukung Perjuangan Petani Menolak Rencana Pembangunan Bandara Kertajati

Kami dari KABAR BUMI-JBMI (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia) mendukung sepenuhnya petani desa Sukamulya Kecamatan Kertajati yang sedang berjuang mempertahankan hak atas tempat tinggal dan penghidupan. Kami mengecam tindakan  negara melalui aparat yang mengunakan kekerasan dan senjata untuk merampas tanah rakyat Sukamulya.

Konflik agraria yang semakin banyak diberbagai wilayah Indonesia semakin meningkat. Ini semua disebabkan oleh proyek insfrastruktur yang sedang dijalankan oleh negara. Desa Sukamulya merupakan satu-satunya desa yang masih bertahan untuk menolak pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Lima desa lainya sudah dirampas untuk pembangunan bandara. Dari lima desa yang telah digusur di kecamatan Kertajati, ganti rugi yang diberikan hanya bisa untuk membeli tanah dan tidak ada sisa  untuk membangun rumah, sementara mereka kehilangan mata pencaharian sehari-hari. Desa Sukamulya seluruhnya ditargetkan akan  dijadikan landasan penerbangan. Hal ini akan mengusir 5500 jiwa warga desa Sukamulya, Kec. Kertajati, Kab. Majalengka dan menghilangkan penghidupannya sebagai petani. Kenapa itu warga Sukamulya, sampai sekarang masih mempertahankan tanahnya.

Alasan pemerataan pembangunan infrastruktur yang digulirkan oleh pemerintah sebenarnya hanya memberikan peluang kepada penanam modal asing untuk terus menginvestasikan uangnya agar semakin berkembang dan melipat gandakan keuntungan mereka. Pembangunan infrastruktur sebenarnya juga bertujuan untuk mempercepat distribusi barang produksi para invenstor asing agar lebih cepat tersalur ke seluruh Indonesia. Jika barang tersalurkan dengan cepat maka penjualan akan lebih cepat, dan keuntungan akan semakin bertambah. Transportasi untuk rakyat hanyalah kedok, karena kenyataanya petani butuh tanah bukan butuh bandara. Hanya orang-orang menengah keatas yang menggunakan pesawat untuk transportasinya. Sementara petani yang hanya bisa bertani tidak akan diterima sebagai pekerja di bandara. Negara sama sekali tidak berpihak kepada rakyat.

Jawa Barat dikaruniai tanah pertanian yang sangat subur. Namun, Jawa Barat juga menjadi propinsi pengirim  BMI dan pengaduan BMI Bermasalah tertinggi. Per Oktober tahun 2016 terdapat 1123 kasus, pengaduan yang diterima BNP2TKI (Sumber: BNP2TKI). Dari 1123 kasus, 53 kasus dialami oleh BMI asal Majalengka. Jumlah tersebut hanya kasus yang melapor  terhadap BNP2TKI, kami meyakini kasus yang tidak dilaporkan kepada BNP2TKI, pasti lebih besar.

Dengan adanya perampasan tanah yang semakin meluas di Jawa Barat, akan mengakibatkan ribuan  rakyat di Jawa Barat kehilangan pekerjaan dan memaksa mereka bekerja keluar negeri menjadi buruh migran. Sementara, perlindungan buruh migran saat ini masih sangat minim. Mereka hanya akan menjadi korban berlapis, korban kehilangan mata pencaharian karena perampasan tanah dan menjadi buruh migran tanpa perlindungan yang rentan akan eksploitasi.

Untuk itu kami dari KABAR BUMI (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia) menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk segera:

  1. Menarik kekuatan militer/TNI/POLRI dari desa Sukamulya, Kec. Kertajati sekarang juga
  2. Bebaskan tanpa syarat 3 orang petani Desa Sukamulya yg ditahan oleh aparat.
  3. Batalkan proyek pembangunan Bandara Internasinal Jawa Barat (BIJB).
  4. Laksanakan Reforma Agraria Sejati.
  5. Berikan perlindungan sejati untuk buruh migran dan keluarganya

 

Kami dari KABAR BUMI, mengajak segenap buruh migran dan keluarganya untuk memberikan dukungan terhadap rakyat Desa Sukamulya dan daerah lainnya yang sedang mempertahankan tanah dan kehidupannya dari perampasan tanah. Mari kita bersatu memperjuangkan setiap hak yang terampas.

Jakarta, 22 Nopember 2016

Kontak:

Karsiwen (081281045671)

#NoLandNoLife

#StopLandGrabbing

 

Tinggalkan Balasan